Ilustrasi

Layaknya hewan, manusia pun memiliki nafsu. Bedanya, jika hewan tidak mampu untuk membedakan mana yang benar dan yang salah, sedangkan manusia mempunyai akal pikiran sehingga mampu melakukan hal itu. Maka, jika ada manusia yang tak mampu mengendalikan hawa nafsunya, agaknya jati dirinya perlu disangsikan. :D

Bagi laki-laki, nafsu yang sering bersinggungan dan sampai tidak kuat untuk menahan adalah birahi. Tentu hal ini berkaitan dengan lawan jenis. Oleh karena itu, tak jarang para wanita menjadi korban atas gejolak nafsu birahi pria. Terlebih diketahui bahwa kekuatan wanita umumnya tidak sebanding dengan pria. Salah satu tempat yang begitu sering terjadi peristiwa memalukan semacam ini, adalah Ibukota.

Jakarta, kota metropolitan penuh penderitaan. Begitu banyak jenis kejahatan terjadi di kota yang menurut beberapa ahli sudah “sakit” ini. Yang paling menarik perhatian dan “seksi” untuk diberitakan adalah berkaitan dengan seksualitas. Gesekan sengaja alat kelamin pria hingga orgasme di Busway, remasan tangan pada payudara di KRL, pencurian disertai perkosaan terhadap pembantu di sebuah rumah, atau cuplikan kejadian memiriskan lainnya tentu sudah sering terdengar. Maka tak heran jika salah satu portal berita besar di negeri ini sempat menyatakan, Jakarta sudah tidak aman lagi bagi kaum Hawa. Berkaitan dengan fenomena tersebut, berikut berita yang memotret sisi kegilaan dan kekreatifan pelaku kejahatan seksual. Silahkan disimak ;

Baca entri selengkapnya »

Kampanye Caleg

Tahun ini mungkin bagi sebagian orang menjadi momen yang dinanti. Terlebih bagi para manusia yang haus akan perubahan atau barangkali yang hanya sekedar memupuk pundi-pundi rupiahnya saja. Warna-warni buah karya pengusaha digital advertising dan wajah-wajah bermimik sok serius tumpah ruah menempel di seantero sudut kota. Menyisakan apa yang disebut sebagai polusi mata. Benar, ini adalah tahun pemilu. Masa dimana kita mengiba harapan kemajuan di tengah keterpurukan.

Terdapat dua waktu krusial terkait pemilihan umum tahun 2014. Pertama, dalam beberapa hari ke depan, tepatnya tanggal 9 April akan dilaksanakan pemilihan terhadap wakil kita di parlemen. Kedua, selang tiga bulan setelahnya yaitu 9 Juli, pemilihan terhadap presiden dan wakil presiden yang baru akan dihelat.

Pemilu legislatif tinggal menghitung hari. Ketika saat itu tiba, kita diberi kesempatan memilih orang yang akan duduk di DPR, DPRD, dan DPD. Pertanyaan yang menyeruak kemudian adalah, siapkah kita? Atau apakah kita begitu mengenal dengan calon legislatif yang akan dipilih nanti? Pertanyaan tersebut agaknya telah dijawab oleh partai politik dengan gencar menggaet para sosok “marjinal” untuk menjual popularitas dan mencuri simpati publik.

Baca entri selengkapnya »

Menggaet pelanggan baru rasanya akan menjadi kurang “intim” jika kita tidak melakukan tatap muka dan berbincang secara langsung. Proses negosiasi terhadap calon konsumen baru produk perusahaan terjadi secara leluasa jika dilakukan dengan proses “empat mata”. Namun di era evolusi internet saat ini, fenomena tersebut kemudian dengan mudah dimentahkan. Adalah media sosial yang menjadi embrio munculnya babak baru dalam dunia marketing dan customer service. Salah satu yang cukup berperan yaitu Twitter.

Menurut Frank Eliason, pria dibalik sukses @comcastcares, Twitter adalah salah satu cara konsumen mengenal kita secara lebih personal, tidak kaku, dan bisa melahirkan interaksi yang segera. Perlu diketahui bahwa @comcastcares adalah sebuah akun Twitter yang dibentuk Comcast pada 2008. Frank yang menjabat sebagai Director of Digital Care Comcast mampu memanfaatkan Twitter sebagai salah satu media interaksi utama dengan konsumen. Respon cepat dan penanganan hingga tuntas, membuat pelanggan Comcast menjadi semakin loyal. Lain lagi cerita unik dari DirecTV berikut;

Kisah singkat ini sebenarnya bukan milik pelanggan DirecTV, tapi kompetitor mereka Cox Communications. Seorang pelanggan yang tidak puas atas layanan internet Cox, melayangkan keluhannya di Twitter. Sesungguhnya dia memperoleh sambutan manis dari petugas customer service Cox yang menghubunginya melalui telepon, tetapi pelanggan tersebut penasaran untuk melihat bagaimana Cox akan merespons di social media.

Baca entri selengkapnya »

Pada dasarnya menulis di blog tak sesulit di media massa konvensional. Selain tidak membutuhkan kemampuan jurnalistik mumpuni, karya kita juga tak akan diperiksa oleh editor atau disidang melalui dewan redaksi terlebih dulu untuk kemudian dinyatakan layak terbit atau tidak. Di blog, Anda cukup menulis apa saja, lalu tinggal klik post atau publish. Seketika itu pula tulisan Anda sudah terbit di jagat maya, seantero dunia.

Meski semudah membalikkan telapak tangan, ada kalanya karena mungkin terlalu bebas, kita jadi bingung mau menulis apa untuk blog sendiri. Berikut beberapa kiat agar kita tidak bingung apa yang hendak ditulis di blog, diambil dari pengalaman dan pengamatan pribadi selama ini ;

1. Bacalah !

Apa asupan gizi utama seorang penulis? Ya, membaca. Banyak orang yang pandai menulis pasti memiliki bilik lemari yang berisi penuh buku. Siapa sangka Anda kemudian bisa memperoleh ide dari membaca sebuah buku novel.

2. Gunakan Indera

Perhatikan sekeliling Anda. Gunakan panca indera yang telah dianugerahkan Tuhan. Cari hal-hal unik dari peristiwa tersebut dan tulis dengan sudut pandang yang Anda anggap paling menarik. Musibah banjir mungkin terlihat biasa saja bagi sebagian orang, tapi bagi Anda yang seorang blogger dapat menjadi bahan citizen journalism yang unik jika dikupas secara berbeda.

Baca entri selengkapnya »

Dunia blog memang selalu menarik untuk dikupas. Segi isi, dari mulai tulisan yang bertendensi curhat hingga dijadikan sebagai media penghasil pundi-pundi rupiah. Tak terasa, ternyata sudah tiga tahun lebih lamanya saya malang melintang di dunia perbloggeran ini. Memang masih banyak hal yang belum tercapai, mungkin karena itulah sifat dasar manusia, makhluk yang tidak pernah puas. Namun yang paling menarik bagi saya adalah ketika dihadapkan pada suasana kopdar, “mimpi” setiap blogger.

Kopdar atau kopi darat adalah istilah sederhana yang digunakan untuk kumpul-kumpul atau gathering. Sesuatu yang fana ketika para blogger saling muncul, berkomentar, beradu pendapat, tapi semuanya terjadi di dunia maya tanpa bertemu satu sama lain. Oleh karena itu, kopdar dipakai sebagai media penyalur hasrat naluri alamiah manusia sebagai makhluk sosial yang sebenarnya.

Saya berkesempatan mengikuti salah satu kopdar terbesar di Indonesia, yaitu Kopdar Blogger Nusantara yang diselenggarakan oleh Komunitas @bloggernusantara. Ini adalah kopdar se-Indonesia pertama yang saya ikuti. Meski singkat hanya selama dua hari (30 November 2013 – 1 Desember 2013), namun banyak meninggalkan jejak menarik yang cukup membekas. Setidaknya itulah yang saya amati sebagai seorang newbie dalam kopdar nasional. Berikut beberapa diantaranya;

Seluruh Nusantara

Ternyata nama komunitas penyelenggara dan judul kopdarnya benar-benar merepresentasikan keadaan sesungguhnya. Awal registrasi peserta, saya perhatikan masih ada beberapa daerah di Indonesia yang belum berpartisipasi. Begitu mendekati hari H acara, dari daerah Indonesia bagian barat, tengah, hingga timur semua bisa mengikuti. Bahkan dari Papua pun tak ketinggalan.

Baca entri selengkapnya »

Puffing away like an old pro. :(

Saat umur dua tahun, Aldi Rizal menggemparkan dunia setelah tertangkap kamera sedang menghisap rokok. Dua tahun berlalu dia kembali normal dengan berhasil menghentikan kebiasaannya itu. Kini, balita lima tahun menggemaskan itu mengalami kecanduan lagi, tapi terhadap hal lain. Makanan.

Seperti diketahui, Aldi Rizal menjadi sensasi media internasional ketika dia ditemukan di sebuah desa kecil di Sumatra, Indonesia, merokok saat mengendarai sepeda roda tiganya. Kemudian gelombang protes bermunculan. Protes tersebut menyebabkan pemerintah Indonesia meluncurkan kampanye untuk mengatasi masalah anak-anak merokok dan mengorganisir perawatan rehabilitasi khusus untuk membantu Aldi berhenti.

Aldi dibawa untuk sesi terapi bermain di ibukota Jakarta selama dua minggu untuk mengalihkan pikirannya dari kebiasaan 40 batang rokok per hari yang dia lakukan dan belajar menjadi balita normal untuk pertama kalinya. Sebuah seri dokumenter terbaru mengunjungi kembali keluarganya setelah dua tahun berlalu untuk mencari tahu bagaimana Aldi memperoleh rehabilitasi dan terungkap bahwa dia telah berhasil menjauhi rokok.

Selama perawatan rehabilitasi, Aldi melihat psikiater yang mendorong ibunya untuk membuatnya tetap sibuk dengan bermain dan mengajarinya tentang bahaya merokok. Salah satu dari mereka, Dr. Kak Seto, masih mengunjungi Aldi dan keluarganya secara berkala untuk memastikan dia tidak jatuh kembali ke kebiasaan lama.

Baca entri selengkapnya »

Beberapa proyek open source

Saya mendapatkan banyak pertanyaan oleh orang-orang yang tertarik dalam membantu proyek-proyek open source, namun sama sekali tidak memiliki keterampilan pemrograman. Apa yang bisa mereka lakukan? Nah, inilah beberapa ide bagaimana non-programmer dapat berkontribusi untuk proyek-proyek open source. Perlu dicatat bahwa cara yang terbaik adalah berkontribusi pada perangkat lunak yang Anda benar-benar gunakan sendiri. Dengan cara itu Anda akan rasakan manfaatnya. Berikut adalah penjelasannya.

1. Gunakan Produknya

Cara terbaik untuk berkontribusi terhadap proyek open source adalah dengan menggunakan produk itu sendiri. Menulis buku menggunakan LibreOffice Writer. Buatlah gambar di Krita. Buat sesuatu untuk cetak 3D di FreeCAD atau Blender. Pesan tiket konser Anda on-line melalui Firefox. Lakukan aktivitas rekening pribadi Anda melalui Grisbi. Mainkan FlightGear, Battle for Wesnoth, Vega Strike, atau UFO : Alien Invasion.

2. Uji Bug (keadaan error/crash)

Karena Anda sekarang menggunakan produk, kadang-kadang akan terjadi crash/hang ketika Anda mencoba dan melakukan sesuatu. Atau produk ini akan melakukan sesuatu yang berbeda dari yang diperintahkan. Hubungilah pengembang/pembuat software atau produk itu dan beritahu mereka. Pengembang memberikan umpan balik dari pengguna produk mereka yang masuk. Hal ini membantu mereka menyempurnakan produk mereka dan karena ini adalah proyek open source, maka perbaikan bug biasanya cukup cepat. Setiap proyek memiliki link terkait untuk mengirimkan bug. Klik dan pergilah ke sana, daftar lalu mengisi rincian permasalahan bug. Ingatlah untuk memberitahu mereka (pengembang) apa versi perangkat lunak yang Anda gunakan dan spesifikasi komputer Anda.

Baca entri selengkapnya »

Partai Pemilu 2014 (Nasional+Daerah Aceh).
Klik untuk memperbesar

Tak terasa, kita sudah menuju ke penghujung akhir 2013. Agenda besar bangsa ini akan segera tiba dalam beberapa bulan ke depan. Pengusaha digital printing bahkan paranormal/dukun pun dipastikan segera meraup laba yang tidak sedikit. Pohon-pohon di jalanan akan terus “menahan” sakit atas paku yang menancap selama pesta demokrasi lima tahun sekali itu. Adalah pemilu atau pemilihan umum yang menjadi biang keladi semuanya.

Tahun depan adalah waktunya bagi kita untuk menentukan nasib Indonesia. Pemimpin baru akan lahir dari proses yang lumayan boros ini. Geliat kampanye Presiden juga sudah mulai menggema sejak kuartal pertama 2013. Sebelum hanyut dalam gejolak demokrasi “kebablasan” itu, mari kita simak beberapa istilah dalam pemilu sebagai “amunisi” persiapan kita nantinya.

1. Golongan Putih

Istilah kerennya Golput. Kelompok ini adalah masyarakat yang ogah nyoblos pada saat pemilu nanti. Mereka percaya kalau pemilu tidak ada manfaatnya, atau cuma bakalan memunculkan politisi busuk yang nggak memihak rakyat. Tapi ada juga calon pemilih yang jadi golput karena nggak terdaftar dalam pemilu gara-gara sistem pendataan pemilih yang buruk. Note: Golput itu bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM). Jadi gunakan sebebasnya. :D

Baca entri selengkapnya »

Tidak hari ini, tidak pada waktu yang lalu bahkan tidak pula esok hari, setiap manusia pasti selalu berusaha untuk memenuhi setiap kebutuhan hidupnya. Tanpa melihat urgensi kebutuhannya, hampir semua makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna ini bisa dipastikan akan menggunakan segala daya upayanya untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia. Mulai dari kebutuhan primer hingga kebutuhan yang kurang penting, yaitu kebutuhan tersier, setiap orang selalu ingin mencapai dan memenuhinya.

Era globalisasi, kebebasan dan perkembangan teknologi yang kian pesat, menimbulkan ekses terhadap rasa gengsi seseorang serta meningkatkan individualisme dan pembentukan stratifikasi sosial di dalam masyarakat, sehingga akan menjadi hal lumrah jika kebutuhan yang tidak terlalu penting pun sekarang ini dianggap penting dan patut untuk dimiliki. Salah satu kebutuhan vital manusia, seperti sarang bagi hewan, adalah tempat tinggal.

Rumah atau tempat tinggal menjadi salah satu kebutuhan primer/dasar selain asupan makanan/minuman tentunya. Mulai dari kaum papa hingga kelas ekonomi mapan, menginginkan hunian yang tentunya sesuai dengan budget dan kebutuhan. Namun perkembangan ekonomi yang semakin maju, melahirkan cara pandang berbeda dari masyarakat terhadap kepemilikan tempat tinggal.

Tidak hanya karena alasan klasik sebagai tempat berlindung atau istirahat, rumah berkembang menjadi sebuah objek yang mampu meningkatkan taraf hidup ekonomi pemiliknya. Secara sadar, masyarakat telah mampu menempatkan rumah sebagai bagian dari lahan bisnis yang terbuka untuk digarap. Rumah yang merupakan salah satu jenis properti, bertransformasi sedemikian rupa. Oleh karena itu, tidak heran jika kepemilikan lebih dari satu jenis properti adalah hal yang lumrah saat ini.

Baca entri selengkapnya »