Posts Tagged ‘Majalah Nur Hidayah’

Amandemen kedua konstitusi kita, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dilakukan pada tanggal 18 Agustus 2000, telah memberikan hembusan angin menyegarkan bagi kebebasan informasi dan komunikasi. Hal ini tak terlepas dari peran Pasal 28F yang merupakan Pasal tambahan baru setelah amandemen kedua tersebut. Sebagai muara dari reformasi setelah kekangan otoritarianisme selama lebih dari tiga dekade lalu, apa yang dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pimpinan Prof. Dr. H.M. Amien Rais pada waktu itu, patut diapresiasi.

Perlindungan terhadap kebebasan berkomunikasi dan memperoleh informasi pada dasarnya merupakan suatu hak asasi manusia yang tidak dapat diganggu gugat. Maka tidak heran, ketika Pasal “pamungkas” bagi sebagian orang untuk melindungi diri ketika “beraksi” di dunia maya tersebut, tersusun di dalam Bab XA tentang Hak Asasi Manusia UUD NRI 1945.

Internet adalah salah satu saluran yang tersedia untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi secara bebas sesuai amanat Pasal 28F konstitusi negara kita. Sudah bukan rahasia umum lagi jika internet adalah salah satu bagian dari hidup manusia modern. Segala informasi dari belahan dunia manapun, secara cepat dan lengkap bisa diperoleh dari instrumen paling berpengaruh masa kini, yaitu internet.

Revolusi dalam hal interaksi antar manusia, telah mendapatkan tempatnya sejak hadirnya internet. Orang tidak lagi harus bertatap muka atau menyentuh satu sama lain untuk berbincang atau sekedar bertegur sapa. Melalui media dan jejaring online, semua sudah terakomodir. Bahkan oleh sebagian penggila internet, media dan jejaring online memiliki fungsi yang sama untuk berinteraksi layaknya di dunia nyata.

Media online seperti blog atau jejaring online semacam Facebook, sudah tidak asing di telinga kita. Semua orang di dunia, seringkali menggunakannya dengan intensitas yang tidak sedikit. Media dan jejaring online tersebut telah menjadi gaya hidup bahkan suatu kebutuhan. Maka, bukan hal yang tabu ketika seseorang sampai lupa mandi atau makan hanya karena selalu mengedepankan aktivitas online-nya.

Hingga kini, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 45 juta dan akan terus bertambah. Selain itu, pemilik akun Facebook sendiri di negara kita sudah menembus angkat 35 juta. Ini merupakan peringkat pengguna Facebook kedua terbesar di dunia. Oleh karena itu, lingkungan internet sebagai saluran komunikasi dan memperoleh informasi, menjadi lahan yang sangat potensial untuk digarap lebih serius. Terlebih, generasi muda cenderung lebih mudah dan cepat beradaptasi dengan media dan jejaring online. Hal ini terlihat pada fenomena banyaknya anak-anak yang masih mengecap bangku sekolah dasar (SD), ternyata malah sudah memiliki akun jejaring sosial online besutan Mark Zuckerberg.

Generasi muda Indonesia dianggap lebih bersahabat dengan perkembangan informasi dan teknologi. Memang tidak bisa dipungkiri juga bahwa orang-orang yang lebih berumur di Indonesia pun turut mengikuti perkembangan teknologi. Namun, hal tersebut tidaklah signifikan. Hal ini dikarenakan generasi muda sekarang, sejak belia sudah diperkenalkan dengan teknologi, khususnya internet. Sehingga tidak heran jika mereka begitu akrab dengan blog atau Facebook sekalipun.

Ketika kita merunut ke belakang, belum tentu generasi tua pada masa mudanya sudah terdapat internet atau bahkan media serta jejaring online. Oleh karena itu, tak heran jika generasi muda mudah terpengaruh oleh apa yang dipaparkan dalam media dan jejaring online. Hal ini berkaitan dengan seringnya anak muda bersinggungan atau menggunakan blog dan Facebook sebagai media dan jejaring online tersebut.

(lebih…)